Minggu, 12 November 2017

Peranan Plankton Bagi Ekosistem Perairan


PLANKTONOLOGI

PERANAN PLANKTON BAGI EKOSISTEM PERAIRAN



DIAJUKAN SEBAGAI TUGAS MATA KULIAH PLANKTONOLOGI




















DISUSUN OLEH :

AMILIA JAMILATUN

NIM : 160254242023









PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

2017



 

KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah Planktonologi yang berjudul “Peranan Plankton Bagi Ekosistem Perairan”

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada Dosen Mata Kuliah Planktonologi yaitu Ibu Dr. Ani, S.Pi., M.Si. yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari makalah saya ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah planktonologi ini dapat lebih baik lagi. Semoga hasil penyusunan makalah ini bisa bermanfaat. Akhir kata saya mengucapkan terimakasih,

Wassalamualaikum. Wr. Wb.


Tanjungpinang, 30 September 2017






Penyusun







BAB I

PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Plankton adalah biota air berupa hewan atau tumbuhan yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang dalam air yang berukuran mikroskopis yang pergerakan tubuhnya terbatas tergantung pada arus. Plankton terbagi dua yaitu zooplankton (plankton hewan) dan fitoplankton (plankton tumbuhan). Fitoplankton bersifat autotrofik yaitu dapat menghasilkan bahan organik makanannya sehingga berfungsi sebagai produsen primer. Zooplankton bersifat heterotrofik karena tidak dapat memproduksi bahan makanannya sehingga dia berfungsi sebagai konsumen.

            Penelitian plankton dilakukan dari tahun 1676 oleh Antony van Leeuwenhoek yang menemukan mikroskop sederhana. Melalui penemuannya itu beliau berhasil membuktikan bahwa dalam air terdapat keankeragaman hayati yang berbentuk renik. Pada paruh abad ke 19 dilakukan pengkajian yang lebih serius oleh G.V Thompson yang pertama kali mengoleksi plankton dengan menggunakan jarring halus, dan melakukan pengamatan berkala di Irlandia tahun 1828. Kemudian disusul oleh Johannes Muller di Jerman yang mulai mengadakan kajian taksonomi, sekitar tahun 1845. Istilah plankton sendiri baru diintroduksi oleh Victor Hensen tahun 1887, yang berakar dari bahasa Yunani (Planktos) yang bearti menghanyut atau mengembara.

            Dalam fase kehidupannya plankton memiliki dua daur hidup yaitu Holoplankton dan Meroplankton. Holoplankton adalah plankton yang  menjalani seluruh daur hidupnya sebagai plankton. Fitoplankton dan sebagian zooplankton termasuk kedalam holoplankton. Meroplankton adalah plankton yang menjalani kehidupannya sebagai plankton pada stadium larva dan telur, contohnya larva-larva ikan, cumi, kekerangan, dll.

            Berdasarkan ukurannya plankton terdapat dua golongan yaitu net plankton dan non-net plankton. Net plankton adalah plankton yang dapat tertangkap oleh jarring. Net plankton terbagi atas mesoplankton yang berukurun 0,2 – 200mm, makroplankton berukuran 2 – 20 mm, dan megaloplankton yang berukuran 20mm. Non-net plankton adalah plankton yang diambil dengan botol air (Nansen atau niskin botol). Non-net plankton terbagi atas ultra plankton yang berukuran 2µm , nanoplankton memiliki ukuran 2 – 20 µm, dan mikroplankton yang berukuran 20 – 200 µm.



B.     RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah makalah “Peranan Plankton Bagi Ekosistem Perairan” berdasarkan latar belakang yaitu:

1.      Apa Saja Peranan Positif Plankton Bagi Ekosistem Perairan?

2.      Apa Saja Peranan Negatif Plankton Bagi Ekosistem Perairan?





C.    TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan dari makalah “Peranan Plankton Bagi Ekosistem Perairan” yaitu

1.      Mengetahui Peranan Positif Plankton Bagi Ekosistem Perairan

2.      Mengetahui Peranan Negatif Plankton Bagi Ekosistem Perairan





BAB II

PEMBAHASAN


A.    PERANAN POSITIF PLANKTON

Seiring berjalannya berkembang pesatnya ilmu pengetahuan, penelitian mengenai plankton pun banyak dilakukan. Melalui penelitian yang telah dilakukan terungkap manfaat- manfaat di perairan yang terdapat pada plankton, yaitu :

1.      Pakan Alami Bagi Biota Air.

   Plankton mengandung banyak karbohidrat dan protein untuk pertumbuhannya. Ukuran plankton yang sesuai dengan ukuran mulut ikan kebanyakan. Kandungan protein dan karbohidrat yang terkandung dalam plankton juga tinggi. Juga perkembangan plankton yang tergolong cepat.

2.      Peneduh yang Melindungi Biota Air

Karena dapat merasa aman dari sifat kanibalisme. Semua biota air memakan fitoplankton sebagai  produsen primer. Jika fitoplankton berjumlah sedikit atau sama sekali tidak ada, maka konsumen di perairan akan menjadi kanibalisme. Kehidupan plankton yang mengambang bisa meneduhkan perairan karena sinar matahari sebagian terserap oleh fitoplankton yang akan digunakannya untuk berfotosintesis.

3.      Menambah Kadar Oksigen Terlarut Dalam Air (DO)

Melalui proses fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan oksigen dengan reaksi : 6H2O + 6CO2 à C6H1206 + 6 O2 sehingga kadar oksigen terlarut bertambah.

Namun hal itu hanya terjadi pada siang hari. Pada saat malam hari proses fotosintesis tidak terjadi karena tidak adanya cahaya matahari sehingga suplai oksigen berkurang. Dalam kondisi ini bakteri pengurai bekerja secara anaerob. Zat – zat yang dihasilkan bersifat toksik yang berakibatkan buruk bagi organisme perairan. Namun pada siang hari pun terdapat kemungkinan proses fotosintesis tidak berjalan dengan baik karena nilai TDS (ukuran zat terlarut baik bahan organic maupun anorganik yang terdapat pada sebuah larutan) yang tinggi. Jika nilai TDS tinggi maka penetrasi cahaya akan berkurang  akibatnya proses fotosintesis juga akan berkurang.

4.      Beberapa Plankton Dapat Menurunkan Zat Beracun.

Dengan cara mengikat zat – zat beracun juga timbal logam yang terkandung di perairan tersebut lalu mengendapkannya di bawah.

5.      Menjaga Kestabilan Suhu Air.

Plankton hidup mengambang dan juga plankton tersebut menutupi permukaan di perairan sehingga biota laut yang ada di dalamnya terlindungi karena fitoplankton membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis, sehingga sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam air, jadi suhunya dapat distabilkan.

6.      Katalisator Penyerap Karbon.

Fitoplankton  berada dalam berbagai bentuk dan simbion, sehingga perannya sangat vital dalam kehidupan dan rantai energi di laut. Misalnya, fitoplankton  jenis zooxanthellae melakukan simbiosis dengan binatang karang dan mampu menyerap CO2 menjadi karbonat yang selanjutnya tersimpan dalam bentuk kerangka kapur. Sebagian besar phytoplankton akan segera mati dan tergantikan oleh proses reproduksi. Jika bisa dikendalikan, sejumlah besar phytoplankton yang sudah menyerap CO2, bisa dikirim ke dasar laut sebagai karbon. Saat ini banyak penelitian para ahli untuk mengembangkan cara menampung CO2 melalui phytoplankton dan menyimpan di dasar laut.

7.      Membantu Proses Terciptanya Awan (secara tidak langsung)

Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur. Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya. Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka. Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara. Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan. Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.



B.     PERANAN NEGATIF PLANKTON

Selain memiliki dampak positif, plankton pun memiliki dampak negatif yang merugikan bagi bidang perairan, yaitu :

1.      Banyaknya bangkai zooplankton

Bangkai zooplankton yang mengendap didasar tanah dapat menjadi racun. bangkai zooplankton yang mati bisa disebabkan karena bangkai plankton yang mati akan terurai, jika bangkai zooplankton teurai secara anaerob akan menghasilkan beberapa gas seperti H2S,  NH3, . Gas – gas tersebut bersifat racun jika dalam konsentrasi tertentu yang dapat menyebabkan kematian pada ikan.

2.      Pada Plankton Heterosigma Akashiwa Plankton Ini Dapat Membuat Pernafasan Ikan Menjadi Tersendat Karena Plankton Ini Menempel Di Insang.

Heterosigma akashiwa mengandung hydrogen peroksida yang mempengaruhi insang ikan dan menutup pada respirasi mereka sehingga menghalangi oksigen yang masuk kedalam insang ikan.

3.      Cyanobacteria menghasilkan metabolit yang bersifat racun

Metabolit yang bersifat racun bagi organisme terresteral (darat) maupun akuatik dengan cara menghambat proses sintesis protein pada organ tubuh yang diserang. Racun – racun yang dihasilkan dapat menyerang liver, syaraf, dan kulit.

4.      Fitoplankton Menyebabkan Blooming.

Blooming merupakan fenomena yang terjadi akibat ledakan perkembangan yang begitu cepat dari sejenis fitoplankton. Biasanya dari kelompok dinoflagellata (phyrropyta). Blooming mengakibatkan penurunan produktivitas perairan dan kematian pada ikan – ikan yang hidup di air tersebut. Blooming ditandai dengan perubahan warna pada air yang mulanya jernih berubah menjadi warna-warna pekat, tergantung pada alga yang mengalami blooming, seperti kuning pekat, merah pekat,dll. Hal itu disebabkan karena eutrofikasi, yaitu pengayaan (enrichment) air dengan nutrien atau unsur hara berupa bahan anorganik (nitrogen dan fosfor) yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan produktivitas primer perairan sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air semakin besar. Lama-lama akan muncul oksigen jenuh berupa gelembung udara yang berasal dari oksigen tak terlarut. Oksigen tak terlarut itulah yang mengakibatkan ikan – ikan mati.

5.      Beberapa Cyanophyta Dapat Menghasilkan Geosmine yang Menyebabkan Bau Lumpur Pada Daging Ikan dan Udang.

Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan nitrogen dan fosfor pada bahan organic dalam air. Geosmine dihasilkan oleh melimpahnya fitoplankton atau biasa disebut blooming.







BAB III

PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Plankton adalah biota air berupa hewan atau tumbuhan yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang dalam air yang berukuran mikroskopis yang pergerakan tubuhnya terbatas tergantung pada arus. Plankton terbagi dua yaitu zooplankton (plankton hewan) dan fitoplankton (plankton tumbuhan). Fitoplankton bersifat autotrofik dan Zooplanktn bersifat heterotrofik. Plankton itu sendiri memiliki peranan positif dan juga peranan negativ bagi ekosistem perairan


B.     SARAN
Adapun saran dari makalah ini yaitu karena begitu besarnya peranan plankton bagi kehidupan perairan dan makhluk hidup di dalamnya, maka kita sebagai konsumen terbesar dari hasil perikanan, sebaiknya menjaga dan melindungi perairan baik laut maupun daratan dari pencemaran limbah rumah tangga serta limbah industri besar.










DAFTAR PUSTAKA

Arinardi, O.H , dkk. 1997. Kisaran Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan Di Perairan Kawasan Timur Indonesia.  Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sachlan., M., 1972. Planktonology. Direktorat Jendral Perikanan Departemen Pertanian,   Jakarta.

Nybakken., J.W., 1982. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Alih bahasa H. Muh. Eidman. PT. Gramedia, Jakarta.

Davis., C.C., 1951. The Marine and Freshwater Plankton. Michigan State University Press, USA.


70 komentar:

  1. Sudah lengkap
    Terima kasih,sangat membantu 👍

    BalasHapus
  2. yang di cantumkan jelas sekali
    terimakasih sangat membantu

    BalasHapus
  3. Trimakasih.. Sangat membantu👌

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah trima kasih, sangat membantu dan bermanfaat sekali🙏🏻🙏🏻

    BalasHapus
  5. thanks
    Sangat berfaedah ��������

    BalasHapus
  6. Bermanfaat bnget, makasih ilmunya

    BalasHapus
  7. Woooooooow, artikel yg sangat bermanfaat bagi kami . ditunggu artikel selanjutnya

    BalasHapus
  8. Terima kasih min, artikelnya. Lumayan buat wawasan ilmu juga.

    BalasHapus
  9. Terima kasih, artikelnya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  10. Terimakasih artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  11. Terimakasih artikelnya sangat membantu,ditunggu artikel selanjutnya

    BalasHapus
  12. Artikelnya sangat bermanfaat����

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah. Artikel yang bermanfaat. Tanda tanya besarku akhirnya terjawab. Terimakasih. Terus berkarya!

    BalasHapus
  14. Makasih min , bermanfaat banget

    BalasHapus
  15. Akhirnya ada artikel yang sangat lengkap juga

    BalasHapus
  16. Terimakasih..artikel yg sangat bermanfaat dan menarik..

    BalasHapus
  17. Terima kasih min, artikelnya membantu

    BalasHapus
  18. Makasih ya ..
    Sangat membantu banget ini artikel nya 👍

    BalasHapus
  19. Widiii kereeen,semoga akan ada artikel yang lain akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.
    lanjutkan....

    BalasHapus
  20. Makasih artikelnya sangat bermanfaat,dan juga sangat membantu

    BalasHapus
  21. Belum baca
    Tapi sepertinya bermanfaat 👍

    BalasHapus
  22. Bagus dan sangat membantu.

    BalasHapus
  23. Plankton bisa dijadikan bioindikator untuk mengukur tingkat kesuburan suatu perairan 👌👌

    BalasHapus
  24. Nice2 bisa jadi informasi tu..

    BalasHapus
  25. Terimakasih artikelnya,Bermanfaat👍 👍👍
    Tingkatkan! 😊

    BalasHapus
  26. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat bagi perikanan di indonesia

    BalasHapus
  27. terimaksih. artikelnya sangat memmbantu

    BalasHapus
  28. Bermanfaat untuk referensi bacaan 👍

    BalasHapus
  29. Ternyata plankton juga ada sisi negatifnya ya. Artikel ini sangat membantu

    BalasHapus
  30. Menambah wawasan 👌, tq adminnya yg cantik udah ngeshare ilmu yg bermanfaat

    BalasHapus
  31. Bermanfaat dan menamabah wawasan

    BalasHapus
  32. Masukkan komentar Anda...mantapppp

    BalasHapus
  33. Terimakasih.. tulisan ini sangat bermanfaat

    BalasHapus
  34. Warbyazah min , ditunggu lanjutan tulisannya ��

    BalasHapus
  35. Wahhh luarbiasa ilmunya sangat membantu
    Terimakasih mba

    BalasHapus
  36. Wah bermanfaat sekali ini 👍
    Terima kasih

    BalasHapus
  37. Sangat membantu, semangat terus nya dalam berbagi ilmu nya 👍

    BalasHapus

Peranan Plankton Bagi Ekosistem Perairan

PLANKTONOLOGI PERANAN PLANKTON BAGI EKOSISTEM PERAIRAN DIAJUKAN SEBAGAI TUGAS MATA KULIAH PLANKTONOLOGI ...